Ilustrasi
MAKIN KABUR LEBELNYA, RACUN MAKIN BERBAHAYA
Dr. K Wailbur Chapman menceritakan perihal seorang pelayan Tuhan dalam Gereja Methodis yang senang sekali mengkhotbahkan dosa. Selalu dalam khotbahnya ada ihwal dosa. Sesudah itu, salah seorang majelisnya datang dan berbicara kepadanya: “Dr. Howard, kami tidak ingin anda membicarakan dosa dengan begitu gamblang, karena jika muda-mudi kita mendengar anda berbicara banyak mengenai dosa, mereka akan gampang menjadi pendosa-pendosa. Sebutlah jika itu kesalahan jika anda mau, tetapi janganlah berbicara secara gamblang mengenai dosa. “Pelayan Tuhan itu sambil mengambil sebuah botol strychnin yang dilabeli “RACUN” berujur. :”Saya maklum apa yang anda mau saya perbuat. Anda ingin segera saya menganti label botol ini dengan tulisan “Sari Permen” misalnya. Tidakkah Anda lihat apa yang bakal terjadi? Makin kabur labelnya dan makin berbahaya jadinya.” -Majalah Berita Mimbar
MEMBACA ALKITAB: KARENA KEWAJIBAN ATAU KESENANGAN?
Seorang wanita muda ketika diminta menjelaskan bagian Alkitab yang dibacanya pada saat teduhnya tadi pagi menjawab; “Kemarin pagi saya menerima sepucuk surat dari seseorang yang kepadanya telah saya berikan hati saya dan persembahan hidup saya. Dengan bebas saya mengaku kepada saudara-saudara bahwa saya telah membaca surat itu lima kali; bukan karena saya tidak mengerti pada pertama kali saya membacanya, atau karena saya mengharapkan pujian bagi diri sendiri dari penulisnya dengan berulang-ulng membaca suratnya. Juga bukan karena hal itu diharuskan. Saya membacanya berulang-ulang karena itu menyenangkan. Karena saya mencintai Orang yang telah menulis surat itu. Membaca Alkitab dengan motif demikian berarti membacanya dengan cinta, dan bagi mereka yang membacanya dengan semangat itu tentu saja Alkitab akan menjadi seperti surat kekasih.” -Majalah Berita Mimbar
TIDAK ADA NERAKA ABADI?
Seorang pendeta berkhotbah mengenai penyiksaan kekal. Hari berikutnya, seorang pemuda datang menemui dia untuk membantah apa yang ia pernah dengar dari khotbahnya. Ia berkata kepada pendeta, “Saya percaya bahwa ada suatu perbedaan antara apa yang anda percayai mengenai penyiksaan abadi. Saya datang ke sini untuk menyelesaikan perbedaan pendapat kita.”
Pendetapun berpikir sejenak. Kemudian berkata kepada pemuda itu. “Tidak ada perbedaan pendapat antara Anda dengan saya. Jika anda membuka Matius 25:46 maka anda akan menemukan bahwa Anda sedang membantah Tuhan Yesus. Maka dari itu saya sarankan supaya secepatnya Anda pergi untuk menyelesaikan perbedaan pendapat antara Anda dan Dia.” -Majalah Berita Mimbar
Like this:
Be the first to like this page.