Berita Hidup

Archive for November 2010

(Luk 9: 37-43a)
Meski secara klinis tabib Lukas mendiagnosa bahwa anak itu sakit epilepsi tetapi Yesus sepakat dengan kesimpulan ayah dari anak itu yg menimpulkan bahwa penyakit anaknya disebabkan karena campur tangan setan.  Memang tidak semua masalah itu terjadi karena ulah setan, namun seringkali juga Setan memperburuk keadaan misalnya meyakinkan orang bahwa Yesus tidak bisa menolong masalah mereka yang begitu berat. Ia menyesatkan dengan menipu bahwa dialah yang bisa menyelamatkan orang dari permasalahan hidupnya. Untuk kali ini masalah kehidupan itu ayah dari anak yang sakit itu benar-benar bisa disebabkan oleh ulah setan.  Serangan spiritual menyebabkan kelemahan fisikal, jasmaniah. Setan begitu konsisten menggunakan strategi yang melemahkan yakni memproklamirkan kepada dunia bahwa dialah yang memegang kendali. Orang yang sedang mengalami masalah kehidupan sering termakan dengan propaganda Setan sehingga dia tidak lagi ingat siapa yang berkuasa.  Setan juga begitu pintar menggunakan strategi yang menyesatkan yakni yang memproklamirkan bahwa cara dia lebih mudah dan lebih instant. Banyak orang terjebak dalam praktik-praktik yang meyakini bahwa cara setan lebih efektif dan efisien misalnya bagi seseorang untuk dapat berkuasa, untuk dapa kaya, untuk dapat mencelakakan orang lain yang dianggap musuh atau penghambat..
1.   Apa yang Setan serang? “Seorang dari orang banyak itu berseru, katanya: “Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku.” (Luk 9: 38)   Yang diserang itu bisa Orang/hal yang paling kita sayangi. Dalam kehidupan setiap hari, Setan menggunakan strategi yakni menggunakan kelemahan kita untuk menyerang kita, Sebaliknya Tuhan malah menggunakan kelemahan kita untuk untuk mengangkat kita dari kelemahan kita: Dikatakan dalam Yakobus 1:2  “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,” Memang ironis dan sulit untuk diterima. Ada banyak yang disayangi orang, mungkin orang dekatnya atau harta bendanya, karirnya, harga dirinya, keuangannya dan lain sebagainya.
2.   Berapa lama Setan menyerang? Di ayat 39  dikatakan  Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya. Dalam Markus 9:21 dikatakan “Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya.”  Sepertinya anak ini terlahir utk menderita. Mungkin dia pernah berpikir  “Lebih baik saya tidak dilahirkan.” Itulah ketekunan Iblis dalam menyerang manusia. Kalau bisa, ia akan menyerang manusia seumur hidup manusia.
3.   Seberapa dahsyat dia menyerang? “roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya.  Injil lain: bisu dan tuli  bahkan setan masih saja ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingkannya ke tanah. Kita bisa membayangkan  betapa menderitanya anak itu. Betapa Setan tidak mengenal ampun dalam menyakiti anak ini. Itlah mengapa orang yang melakukan penganiayaan kepada sesamanya sering disebut sebagai sedang kesetanan. 4.   Seberapa Kepekaan Yesus atas Permasalahan Hidup kita? Bersyukur, Tuhan Yesus tidak pernah ingkar janji untuk menunjukkan belas kasihNya kepada setiap orang yang ditemui atau yang menemui Dia. “Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah” (9-43b). KebesaranNya Nampak nyata saat Ia membagi kasihNya dengan tindakan nyata. Ada paling sedikit sepuluh ayat dalam Injil yang mengatakan “tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan. Hari inipun kita masih bisa menemui Dia dan Iapun berkenan ditemui oleh kita yang membutuhkan pertolonganNya.  Dalam kontek kisah itu, di saat murid-muridNya tidak mampu mengusir Setan, Yesus mampu dan mau melakukannya untuk kebaikan anak dan keluarganya yang sedang menderita. Di masa kini, kita perlu dan harus yakin bahwa di saat seolah-olah tidak ada lagi orang lain atau apapun yang bisa menolong kita, kita harus yakin bahwa Yesus bisa dan senang menolong kita kalau kita datang kepadaNya. Dalam kelemahan yg memuncak, kita sering mengijinkan Satan meyakinkan kita bahwa kita tidak mungkin menemukan wajah Yesus dan pertolonganNya.  Inilah saat bagi kita untuk memohon ampun kepadaNya karena kita tidak mempercayai Dia. Kekawatiran sering mencaplok iman kita. Kadang kita takut utk berdoa karena kita sudah lebih dahulu takut kalau doa kita tidak di jawab olehnya. Kita harus yakin bahwa Ia memiliki kuasa di atas kuasa apapun di dunia ini. Terlebih Dia memiliki hati yang gampang tergerak saat melihat kecemasan dan kesedihan kita. Ayat ini mengingatkan kita akan kebenaran itu “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.” Kita telah melihat betapa tangisan diubah menjadi tarian. Tragedi sudah menjadi ketakjuban. Oleh karena itu marilah kita mengejar berkat untuk kehidupan pribadi kita supaya dunia melihat bahwa anak Tuhan itu diberkati Tuhan. Blessed to be a blessing.  Barangkali kita berangan untuk bertukar masalah dengan orang lain. Kita berkata “Saya mau menanggung masalah tapi bukan masalah ini. Saya mau teman saya menghadapi masalah saya dan saya yang menanggung masalah yang mereka hadapi.” Kita berharap bahwa renungan ini menyadarkan kita betapa Tuhan Yesus peka terhadap masalah kita jika kita mau datang kepadaNya. Diapun juga tidak mau bertukar penderitaan dengan orang lain menjelang menghadapi penderitaanNya. Mari kita bertekun untuk menggerakkan hatiNya yang tak pernah tega melihat pergumulan kita. Dialah satu-satunya pengharapan di saat kita tidak lagi bisa berharap kepada hal lain. Yang kita perlukan bukan sekedar berserah dan percaya, tapi mempercayakan dan memasrahkan berat beban kita kepadaNya. Sekaranglah saatnya.   (Soerjan)

Advertisements